Kota Taman justru berhasil meraih penghargaan UI GreenCityMetric 2025, sebuah ajang pemeringkatan kota berkelanjutan yang digagas Universitas Indonesia (UI).
Dalam ajang tersebut, Bontang keluar sebagai peringkat pertama nasional untuk kategori Penataan Ruang dan Infrastruktur, sekaligus menempati posisi ke-14 secara umum dari seluruh kota yang ikut serta. Penghargaan ini diterima pada acara penganugerahan di Madiun, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025) hari ini.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bontang Sony Suwito Adicahyono yang mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut capaian ini bukan hanya prestasi pemerintah, melainkan hasil kolaborasi seluruh pihak.
“Bontang membuktikan status sebagai kota industri tidak menghalangi komitmen terhadap lingkungan. Semua ini berkat kerja sama antara pemerintah, swasta dan masyarakat,” kata Sony kepada Korankaltim.com hari ini.
Penilaian yang diberikan UI GreenCityMetric 2025 berdasarkan enam kategori utama yaitu penataan ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola air, akses dan mobilitas serta tata pamong.
Hasil penilaian ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi kebijakan berkelanjutan.
Prestasi Bontang menjadi istimewa karena menunjukkan adanya keseimbangan antara aktivitas industri dengan pelestarian lingkungan. Pencapaian ini juga sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dan jangka menengah daerah (RPJMD) yang menekankan peran Bontang sebagai kota industri dan jasa, namun tetap berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bontang berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai dorongan untuk terus menjaga kualitas lingkungan.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk warga Bontang yang telah berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian kota tercinta,” ucap Sony.
Editor: Aspian Nur