Memuaskan, itulah gambaran yang ada pada layanan instansi pemerintah tersebut, dibuktikan dengan catatan hampir seratus persen yang didapatkan dan layak mendapatkan apresiasi tinggi.
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I 2025, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada Disdukcapil Bontang tercatat sebesar 91,99 atau masuk kategori A “Sangat Baik”.
Terkait hal itu, Kepala Disdukcapil Bontang Budiman melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Muhammad Tamrin menjelaskan, survey yang digelar pada Mei hingga Juni 2025 lalu menyasar 379 responden yang dipilih secara acak dari total populasi 28.942 pemohon layanan, dengan metode mengacu standar Permenpan No.14/2017.
“Hasil ini menunjukkan masyarakat menilai kualitas layanan Disdukcapil Bontang sudah berada pada level sangat baik. Tapi kami tetap terbuka untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek,” kata Tamrin kepada Korankaltim.com Senin (29/9/2025) hari ini.
Secara rinci, unsur layanan dengan nilai tertinggi berada pada aspek kesesuaian biaya, penanganan pengaduan dan kesesuaian persyaratan. Adapun unsur yang dinilai masih perlu ditingkatkan mencakup kecepatan pelayanan, sikap petugas, serta kualitas sarana prasarana.
Tiga jenis layanan yang mencatat skor tertinggi antara lain penerbitan akta kematian (97,13), akta perkawinan (95,74) serta kartu identitas anak (KIA) dengan nilai 93,80. Layanan lainnya pun tetap berada di kategori sangat baik.
Meski begitu Disdukcapil Bontang tetap menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, diantaranya digitalisasi layanan melalui aplikasi berbasis web dan mobile, pelatihan service excellence untuk pegawai serta perbaikan fasilitas ruang tunggu, toilet, parkir hingga akses ramah disabilitas.
Tak hanya itu, pembaruan perangkat perekaman dan pencetakan KTP elektronik serta KIA juga akan diprioritaskan. “Harapannya masyarakat bisa merasakan pelayanan yang cepat, ramah dan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Tamrin lagi.
Dengan capaian ini, Disdukcapil Bontang optimistis mampu menjaga bahkan meningkatkan mutu layanan di semester berikutnya. Transparansi, profesionalitas, serta inovasi diyakini menjadi kunci untuk mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat.
Editor: Aspian Nur