Perwakilan Dirjen Migas Kementerian ESDM Yunando menegaskan, program ini diberikan secara cuma-cuma untuk masyarakat. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mencoba melakukan pungutan liar.
“Pembangunan ini tidak dipungut biaya. Jika ada pungutan liar, segera laporkan. Program ini murni fasilitas untuk masyarakat,” tegasnya, Sabtu (13/9/2025).
Bontang menjadi satu kota penerima program karena dinilai memiliki pasokan gas, infrastruktur serta pasar yang mendukung. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan 115.264 SR Jargas pada tahun ini.
Selain sambungan baru, kapasitas Metering Regulating Station (MRS) di Kota Taman juga akan ditingkatkan, termasuk penambahan lima regulator sistem untuk menjamin distribusi gas lebih stabil.
Pembangunan Jargas di Bontang menggunakan skema multiyears contract dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Dengan beroperasinya jaringan ini, warga diharapkan bisa menikmati energi yang lebih hemat, bersih, dan ramah lingkungan.
Bagi masyarakat, keberadaan Jargas diyakini dapat menekan pengeluaran rumah tangga. Selama ini, banyak warga yang masih bergantung pada elpiji tabung. Dengan beralih ke gas jaringan, biaya yang dikeluarkan jauh lebih ringan dan lebih praktis karena pasokan langsung tersedia di rumah.
Selain itu, penggunaan Jargas juga sejalan dengan program pengurangan emisi karbon. Pemerintah berharap energi berbasis gas bumi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, sekaligus mendukung upaya transisi energi menuju energi bersih.
Editor: Aspian Nur