Pasalnya, dalam festival yang berlangsung di halaman MTQ Lang-lang dan menghadirkan 100 tenan, omzet pedagang meningkat hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Isna, seorang pelaku UMKM dan ikut dalam festival yang digelar sejak Minggu (7/9/2025) lalu dan akan berakhir Rabu (10/9/2025) besok kepada Korankaltim.com menjelaskan dalam dua hari dirinya meraih omzet Rp2 Juta. Menu kopi yang ia sajikan menjadi primadona, terutama saat sore hingga malam.
“Alhamdulillah kopi cepat habis. Jelang Magrib sampai tutup selalu ramai,” kata Isna saat ditemui dilapaknya, Selasa (9/9/2025).
Hal serupa dirasakan para pedagang minuman segar yang mana omzet bisa tembus Rp1 Juta hingga Rp1,5 juta per hari selama festival. Antusiasme pengunjung yang datang tak hanya untuk jalan-jalan, tapi juga mencicipi produk UMKM, membuat dagangan mereka habis lebih cepat.
Warung milik Bu Bidan yang menjajakan menu khas Bugis-Makassar seperti kapurung, pisang peppe dan kue tradisional juga diserbu pembeli.
“Kami sangat mengapresiasi pemerintah dengan adanya acara seperti ini. Selain menambah penghasilan, ini jadi motivasi untuk terus berkreasi,” ujar Bidan.
Para pedagang sepakat, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga membuka peluang untuk berjejaring dan bertemu pelanggan baru. Mereka pun berharap festival serupa terus berlanjut, sehingga UMKM lokal semakin berkembang dan berdaya saing.
Editor: Aspian Nur