DPRD Bontang Kritik Pengerjaan Drainase Rusak Taman Baru
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG - Proyek pembangunan drainase di Jalan MT Haryono menuju Jalan R Suprapto kembali menuai sorotan.
Komisi C DPRD Bontang menilai proyek bernilai Rp23 Miliar itu kurang cermat dalam perencanaan, lantaran harus merusak taman di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang baru saja direnovasi tahun lalu.
Kunjungan lapangan yang dilakukan Senin (8/9/2025) pagi itu memperlihatkan kondisi taman yang sebagian sudah digali untuk keperluan pembangunan drainase. Padahal, taman tersebut diketahui menelan anggaran renovasi pada 2024. Situasi ini memicu kritik dari DPRD terkait potensi pemborosan anggaran daerah.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menegaskan proyek pemerintah seharusnya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, tidak semestinya ada renovasi taman jika dalam waktu dekat kawasan itu akan dibongkar kembali untuk kebutuhan drainase.
“Kalau sejak awal sudah tahu akan dibongkar, mestinya Pemkot tidak perlu memperbaiki taman. Itu kan buang-buang anggaran. Sekarang yang sudah rapi malah dihancurkan lagi,” kata Sahib di lokasi peninjauan.
Kritik serupa juga disampaikan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang turut hadir dalam sidak tersebut. Ia meminta agar proses pembangunan drainase segera dipercepat, mengingat musim hujan sudah di depan mata. Namun ia juga menekankan pentingnya Pemkot belajar dari kasus ini agar tidak mengulang pemborosan serupa di kemudian hari.
“Ini pelajaran untuk perencanaan ke depan. Jangan sampai anggaran keluar dua kali hanya untuk hal yang sama. Proyek harus dikoordinasikan dengan baik supaya tidak tumpang tindih,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bontang, Anwar Nurdin, mengakui adanya kerusakan taman akibat pengerjaan proyek. Namun pihaknya berjanji akan memperbaiki kembali dengan desain yang lebih elegan, lengkap dengan jalur disabilitas, tiang lampu, hingga elemen estetika lainnya.
“Kami pastikan taman akan dipercantik lagi sesuai desain yang disiapkan. Progres proyek sendiri sudah 46 persen, lebih tinggi dari target. Tapi tetap kami akan kebut karena harus selesai Desember 2025,” jelas Anwar.
Meski ada janji pemulihan, sorotan DPRD tetap tajam pada aspek efisiensi penggunaan anggaran. Mereka menegaskan, Pemkot Bontang harus lebih cermat dalam menyusun program agar tidak menimbulkan kesan anggaran daerah terbuang sia-sia.
Editor Aspian Nur









