Upacara pengibaran Bendera Merah Putih ini berlangsung dengan khidmat meskipun sempat tertunda lantaran dilanda hujan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pelaksanaan upacara harus tetap berlangsung meski di bawah guyuran hujan. Ia tegaskan hal tersebut bukan hambatan yang besar.
“Jangan kan hujan, pahlawan kita dulu itu mengorbankan dirinya untuk negara, berdarah-darah,” ungkapnya.
Dalam momentum ini, Wali Kota Bontang tersebut mengenakan pakaian adat suku Dayak saat memimpin jalannya upacara HUT ke-80 RI.
“Indonesia sangat beragam budaya, dan hari ini ada instruksi untuk memakai pakaian adat,” ujarnya.
Dalam kesempatan, Neni juga turut memberikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah menjalankan tugasnya dengan baik.
“Luar biasa, karena itu tidak mudah. Rintangan mereka ke depan masih panjang, harus lebih giat berproses,” tutupnya.
Editor: Erwin