Sementara proyek besar pemkot yaitu pembangunan jembatan layang atau fly over di Bontang Kuala, mengalami penundaan pengerjaan, dikarenakan persiapan yang belum matang dan baru dilanjutkan tahun 2026 mendatang.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Bonnie Sukardi menjelaskan, mereka terus melakukan pengawasan terhadap setiap pembangunan di Kota Taman. "Kami tetap mengawal, harus sesuai peraturan yang telah disepakati," tegas Bonnie kepada Korankaltim.com Sabtu (16/8/2025) hari ini.
Mengenai pembangunan fly over, Komisi C bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta segera melakukan konsultasi mengenai rancangan yang disetujui oleh badan jalan nasional.
Saat ini Pemkot Bontang menurutnya masih berfokus pada penanganan banjir. "Hal ini dibuktikan dengan pembuatan waduk," sebut Bonnie lagi.
Langkah-langkah yang telah diambil oleh Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Agus Haris sudah sesuai dengan apa yang direncanakan sejak awal. "Sejauh ini masih on the right track," tegasnya.
Selain soal pembangunan, perawatan gedung juga jadi sorotan karena terdapat beberapa gedung yang kondisinya sudah mengalami penuruan kualitas. Terkait perawatan bangunan ini, pihak terkait harus mengusulkannya terlebih dahulu kepada DPRD. "Nanti baru bisa dianggarkan," jelas Bonnie.
Kinerja Pemkot Bontang sejauh ini diapresiasi tetapi Bonnie berharap pemerintah bisa lebih meningkatkan lagi kerja-kerja pembangunan mereka.
Editor: Aspian Nur