Agenda tersebut, dihadiri oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud), Saparudin.
Dalam kesempatan ini, Neni memberikan sorotan terhadap pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini lantaran sejauh ini baru mencapai 20 persen.
“Ini sudah Agustus, tapi baru 20 persen. Kita harus tingkatkan lagi,” jelasnya.
Lanjutnya, seluruh pelajar di setiap sekolah yang berada di Bontang, harus mendapatkan kesempatan untuk cek kesehatan secara gratis.
Neni juga menyoroti terkait gizi anak-anak. Karena, kecukupan gizi adalah penunjang bagi kemampuan berpikir mereka. Ia juga menyinggung perihal capaian imunisasi di Bontang yang baru 40 persen.
“Kita bahkan belum mencapai 50 persen. Pemkot memiliki target harus 100 persen yang diimunisasi,” akunya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Bontang, Bachtiar Mabe, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dari mewujudkan janji kepala daerah kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, sebagaimana visi dan misi Wali Kota Bontang,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, Dinkes Bontang tidak bisa mengakomodir seluruh siswa dikarenakan keterbatasan tenaga medis. Oleh karena itu, agenda serupa akan dilakukan secara berkala, agar seluruh pelajar bisa mendapatkan kesempatan.
“Hari ini total 150 yang kami periksa. Tidak bisa langsung semuanya, karena terbatasnya tenaga medis. Tetapi, kami akan lakukan bertahap dan memastikan semuanya dapat giliran,” imbuhnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, para siswa juga diberikan suntikan imunisasi serta vaksin yang mencegah berbagai macam penyakit, mulai dari campak hingga rubela.
Editor: Erwin