Pasalnya, Polres Bontang menerapkan strategi pengamanan terpadu demi memastikan kenyamanan dan keamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Jumat Agung tersebut.
Kapolres Bontang melalui Kabag Ops Kompol Syakir menjelaskan, pengamanan dilakukan menyeluruh di seluruh gereja, rumah ibadah, serta tempat-tempat publik yang berpotensi menjadi pusat keramaian. Langkah ini juga melibatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan di lapangan.
“Kami mengedepankan pendekatan preventif dengan melakukan sterilisasi di gereja-gereja, patroli skala besar, serta pemantauan intensif melalui CCTV di titik-titik strategis,” kata Syakir.
Ada sebanyak 109 personel dari Polres Bontang dan jajaran Polsek akan diterjunkan ke lokasi-lokasi ibadah. Selain pengamanan fisik, Polres Bontang juga mengaktifkan upaya deteksi dini melalui satuan intelijen untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran personel gabungan selama peringatan Jumat Agung diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Koordinasi dengan tokoh agama, pengurus gereja dan masyarakat terus dilakukan untuk membangun kepercayaan serta menjaga situasi tetap kondusif. Pengamanan juga dikedepankan secara humanis melalui pendekatan dialog dan pelayanan.
“Kami ingin memastikan umat Kristiani dapat menjalankan peringatan Jumat Agung dengan tenang, tanpa rasa khawatir. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta melaporkan hal-hal mencurigakan,” pungkas Syakir.
Editor: Aspian Nur