Rajawali FC mengemban misi menembus panggung internasional dan mereka jadi satu-satunya wakil Kalimantan Timur pada turnamen yang diikuti 112 tim dari 14 provinsi di Indonesia tersebut ditambah klub ternama dari luar negeri seperti Rayo Vallecano (Spanyol), Argentine Football Association Academy (Argentina) dan tiga tim elite dari Jepang: Kashiwa Reysol, Kashima Antlers juga Ventforet Kofu.
Ditempatkan di Grup J, Rajawali FC tak gentar menghadapi lawan-lawan tangguh. Bahkan, mereka menargetkan lolos hingga babak delapan besar, dengan harapan besar bisa berjumpa tim-tim kuat dari Spanyol atau Argentina.
“Kami menargetkan lolos 8 besar, tapi mimpi kami jauh lebih besar, juara dan tampil diluar negeri seperti Swedia,” ujar pemilik Rajawali FC Syariffudin kepada Korankaltim.com usai pelepasan tim di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang Minggu (14/4/2025) malam tadi.
Barati Cup tak menawarkan hadiah uang tunai, hanya saja pemenangnya akan mendapat tiket untuk tampil di kancah internasional, peluang talenta muda dari Kota Taman untuk tampil di level dunia.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir memberikan dukungan moral pada pelepasan tim malam tadi. “Bermainlah dengan hati dan sportivitas. Kalian membawa nama daerah dan bangsa,” pesannya.
Skuad Rajawali FC terdiri dari 23 pemain berusia 14–15 tahun, mayoritas berasal dari SSB Pelangi-Mandau dan LBK Samarinda. Mereka dilatih oleh Coach Rohmat, didukung 11 ofisial termasuk tim medis dan perlengkapan. Rajawali FC sebelumnya menjuarai Liga Sentra Indonesia (LSI) 2024 dan aktif mengikuti berbagai ajang seperti Piala Soeratin dan Popda.
Persiapan selama satu bulan dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas dan pendanaan sudah dilakukan sebelum keberangkatan.
“Lapangan representatif di Bontang hanya ada di MulaWarman. Kami harap Pemkot, PKT dan PT Badak LNG bisa membantu pembinaan usia dini agar sepak bola di Bontang terus berkembang,” harap Syariffudin.
Editor: Aspian Nur