Keluhan ini langsung mendapat perhatian dari Wakil Wali (Wawali) Kota Bontang, Agus Haris. Ia menegaskan bahwa Pertamina harus bertanggung jawab atas permasalahan yang meresahkan masyarakat tersebut.
“Ini sejarah kelam bagi warga Bontang. Pertamina seharusnya hadir memberikan pelayanan terbaik, bukan malah menyusahkan warga,” ujar Agus Haris saat dikonfirmasi, Jumat (4/4/2025).
Menanggapi situasi ini, Pemkot Bontang berjanji akan terus menerima laporan warga selama 24 jam melalui lurah, camat, hingga langsung ke dirinya. Bahkan dia juga meminta warga yang mengalami kerugian material untuk segera membuat laporan ke pihak berwenang.
“Kalau ada yang dirugikan, silakan buat laporan ke polisi atau ke pemerintah. Kita akan kawal,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bontang berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU untuk memeriksa kualitas BBM yang beredar.
Agus Haris juga membuka kemungkinan untuk mengadakan pertemuan resmi dengan pihak Pertamina guna mencari solusi terbaik.
“Pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas. Kami akan cek langsung apakah ada kandungan yang mencurigakan dalam BBM tersebut,” lanjutnya.
Editor: Erwin