Hanya saja Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. “Mudah-mudahan sebelum Lebaran bisa cair, tapi jika nanti kemampuan keuangan hanya bisa menaikkan sampai Rp1,5 Juta, itulah kondisi keuangan pemerintah,” kata Neni kepada Korankaltim.com Rabu (19/3/2024).
Perhatian terhadap para utaz dan ustazah adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dalam membentuk akhlak mulia di kalangan santri.
Selain itu Neni juga mengimbau agar sekolah-sekolah di Bontang memulai kegiatan belajar dengan Salat Dhuha bersama guna memperkuat karakter spiritual siswa.
“Salat Dhuha sebelum memulai kegiatan akan menguatkan mental anak-anak kita. Bunda titipkan kebaikan anak-anak kepada ustaz-ustazah sekalian,” sebutnya.
Sementara itu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang juga telah menyalurkan 1.242 paket sembako Ramadan kepada guru ngaji yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bontang.
Ketua BAZNAS Kota Bontang Siga Kuba menjelaskan, bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban para guru ngaji yang memiliki peran besar dalam membina akhlak dan kecerdasan spiritual generasi muda.
“Mereka adalah orang-orang yang turut menjaga dan mencerdaskan anak-anak kita, maka sudah semestinya kita, termasuk pemerintah, memberikan perhatian kepada mereka,” ujar Siga.
Neni pun mengingatkan BAZNAS agar lebih selektif dalam menyalurkan dana zakat dan memastikan bantuan diberikan tepat sasaran sesuai kaidah ajaran Islam. “Pengelolaan zakat harus sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran agama Islam,” pungkas Neni.
Editor: Aspian Nur