Pawai dimulai dari halaman Masjid Agung Al Hijrah Tanjung Laut dan berakhir di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Jalan Awang Long.
Sepanjang rute para pelajar membawa obor yang menyala sambil mengumandangkan selawat dan lagu-lagu religi. Mereka juga mengusung spanduk berisi pesan moral serta ajakan untuk meningkatkan keimanan selama bulan Ramadan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang turut hadir dalam pawai berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai religius di kalangan generasi muda.
“Semoga pawai obor ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama bagi para pelajar agar semakin bersemangat menjalankan ibadah,” ujarnya.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan di tahun-tahun mendatang karena memberikan dampak positif, salah satunya dalam mempererat solidaritas.
“Pawai ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ajang mempererat solidaritas masyarakat, khususnya para pelajar, dalam menyambut bulan penuh berkah. Semoga tahun depan semakin semarak,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Aziz mengaku senang bisa ikut serta dalam pawai obor ini. “Rasanya luar biasa melihat kebersamaan dalam menyambut Ramadan. Semoga semangat ini terus terjaga sepanjang bulan puasa nanti,” katanya.
Pawai ini mendapat pengawalan ketat dari Satlantas Polres Bontang untuk memastikan kelancaran acara. Di sepanjang perjalanan, warga yang menyaksikan di tepi jalan tampak antusias melambaikan tangan dan mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) memberikan penghargaan kepada enam peserta terbaik, yang berhak menerima piala, piagam serta uang pembinaan.
Editor: Erwin