Direktur
Utama Perumda Tirta Taman Suramin mengatakan, proses perawatan akan
satu hari mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Imbas kegiatan ini
distribusi air ke pelanggan di sejumlah wilayah akan terganggu.
“Distribusi air bakal mengalir kecil hingga tidak keluar sama sekali,” ujar Suramin dihubungi Korankaltim.com Kamis (6/2/2024).
Setidaknya
16 area terdampak akibat kegiatan ini, meliputi pelanggan di Jalan KS
Tubun, Pattimura, KP Tendean, Awang Long, Ir H Juanda, Ahmad Yani,
Sultan Syahrir, Pelabuhan, Bontang Kuala, Perum BTN KCY, Cut Nyak Dien,
DI Panjaitan, Parikesit, Semdawar, Diponegoro, dan Sam Ratulangi.
Suramin
mengimbau pelanggan di area tersebut untuk segera menampung air guna
mengakomodasi kebutuhan selama proses pemeliharaan berlangsung.
Pemeliharaan
WTP merupakan program rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali
untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.
“Perawatan
ini dilakukan demi peningkatan pelayanan, terutama dalam aspek
kualitas, lmkuantitas, dan kontinuitas distribusi air bersih,” jelasnya.
Diketahui,
WTP KS Tubun memiliki kapasitas produksi sebesar 120 liter per detik,
yang disuplai dari empat sumur, yakni Sumur Basalt (40 liter per detik),
Sumur Lang-lang (40 liter per detik), Sumur KS Tubun I (20 liter per
detik), dan Sumur KS Tubun II (20 liter per detik).
Editor: Aspian Nur