Ketua Komisi yang membidangi urusan pendidikan ini mengaku terkejut dengan aduan yang disampaikan oleh salah satu wali murid tersebut. Menurutnya, kuantitas dan kualitas pendidikan di Bontang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan prestasi yang diterima tiap tahunnya.
Dijelaskan, aduan tersebut dia terima melalui pesan singkat di ponsel pribadinya baru-baru ini. Salah satu orang tua murid, mengeluhkan kurangnya guru di sekolah anaknya belajar. Pasalnya, sekolah ini masih membutuhkan tenaga ajar sebanyak 2 orang.
“Saya tidak tahu berapa totalnya guru di sana, yang jelas orang tua murid ini bilang. Untuk dua kelas itu tidak ada wali kelasnya, karena kekurangan guru,” kata Agus.
Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Bontang, Basri Rase meminta Asisten II Bidang Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Emlizar untuk segera memonitor langsung ke lapangan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
“Terima kasih pak Agus atas informasinya. Saya minta asisten segera telusuri ini, kemudian panggil Disdikbud terkait hal ini,” kata Basri di hadapan forum.
Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud, Sunarya mengatakan kekurangan guru untuk SD 007 sudah dipenuhi. Pihaknya telah memutasi dua orang guru untuk mengajar di sekolah tersebut.
Terhitung sejak, Kamis (5/10/2017) kemarin Surat Keputusan (SK) mutasi guru telah diterbitkan oleh Disdikbud. Sehingga mulai hari ini dua orang tenaga ajar tersebut telah aktif mengajar di SD Negeri 007 Bontang Lestari.
“Sudah Mas, sudah terbit kemarin SK Mutasinya,” pungkas Sunarya saat dihubungi melalui sambungan selulernya.(kb)