Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing dalam konferensi pers akhir tahun, Selasa (31/12/2024).
Dalam kasus korupsi, berhasil membongkar tindak pidana dalam pengadaan fasilitas kesehatan daerah. Kasus ini menyita perhatian publik dengan nilai kerugian negara mencapai Rp3.770.550.000.
Sementara itu, di bidang narkoba mencatat pengungkapan 101 kasus dengan barang bukti 1.421,56 gram sabu, 8 gram ganja, dan 1.820 butir ekstasi. Sebanyak 130 tersangka telah diamankan, dengan tingkat penyelesaian kasus mencapai 100 persen.
Di sisi lain, penanganan kasus kekerasan seksual juga menunjukkan hasil positif. Polres Bontang berhasil menuntaskan kasus pencabulan terhadap dua anak di bawah umur, memberikan keadilan bagi para korban.
Kapolres Bontang juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, media, dan semua pihak yang telah mendukung Polri dalam menjaga keamanan wilayah hukum Kota Bontang. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti keberhasilan Polres Bontang dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Pilkada 2024.
Statistik kriminalitas menunjukkan pencurian sebagai kasus terbanyak dengan 63 laporan, di mana 27 kasus berhasil diselesaikan. Kasus lainnya adalah pencurian kendaraan bermotor dengan 34 kasus, 10 di antaranya berhasil dituntaskan dan penggelapan dengan 36 kasus, 5 kasus selesai.
Di bidang lalu lintas, tercatat 2.320 pelanggaran. Sebanyak 600 pelanggar diberikan tilang, sementara 1.720 lainnya menerima teguran tertulis. Selain itu, terdapat 45 kecelakaan lalu lintas dengan rincian 80 korban meninggal dunia, 33 luka berat, dan 22 luka ringan.
Polres Bontang juga menunjukkan kepeduliannya terhadap ketahanan pangan melalui dua program prioritas, yaitu Pemanfaatan Potensi Berbasis Lokal (P2B) dan pendampingan pemanfaatan lahan produktif.
Alex menegaskan jajaranya berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat pada tahun mendatang.
“Dengan dukungan masyarakat, kami optimis bisa menjaga stabilitas dan ketertiban di Kota Bontang,” tegasnya.
Editor: Erwin