Informasi yang dihimpun media ini, kenaikan harga ikan cukup signifikan. Harga ikan bawis yang sebelumnya dijual Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu hingga Rp65 ribu. Ikan tongkol yang biasanya Rp15 ribu per kilogram melonjak menjadi Rp25 ribu. Sementara ikan layang yang semula Rp35 ribu kini jadi Rp50 ribu. Kenaikan tertinggi terjadi pada ikan baronang, yang harganya naik dari Rp40 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Nila, salah seorang pedagang di Pasar Seng Tanjung Limau, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat nelayan enggan melaut, sehingga pasokan ikan sangat terbatas. Lapak-lapak yang biasanya penuh dengan penjual ikan kini banyak kosong atau diisi oleh pedagang lain.
“Biasanya lapak penjual ikan di sini penuh. Sekarang ada yang sampai menjual kaus kaki untuk mengisi lapak kosong. Angin kencang bikin nelayan nggak melaut,” ujarnya Selasa (24/12/2024).
Hal serupa juga dirasakan oleh Anwar, pedagang ikan lainnya. Ia mengaku biasanya mampu menjual hingga satu ton ikan per hari, tetapi kini pasokannya jauh berkurang karena banyak nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi.
“Mahal ikan karena gelombang tinggi. Nelayan nggak kuat melaut, modal jualan saja hampir nggak balik. Jadi, mau tidak mau harga dinaikkan,” katanya.
Kenaikan harga ini turut memengaruhi daya beli masyarakat. Nuri, seorang pembeli di pasar tersebut, mengaku harus mengurangi pembelian ikan dan beralih ke bahan makanan lain yang lebih terjangkau.
Cuaca buruk yang tidak menentu diperkirakan masih akan berlanjut, dan kondisi ini diprediksi akan terus memengaruhi pasokan ikan di Kota Bontang.
“Ayam juga mahal. Dua hari ini saya Cuma beli tahu tempe sama ikan yang harganya lebih murah. Susah kalau semua bahan pokok naik,” keluhnya. (*/KK)
Editor: Erwin