Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi, menyebutkan bahwa banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi. Tercatat, ada 21 kali kejadian banjir, termasuk banjir rob yang hampir terjadi setiap bulan.
“Kami terus memantau bencana alam yang terjadi, termasuk banjir, longsor, abrasi, hingga kebakaran hutan. Secara keseluruhan, terdapat 80 kejadian bencana alam di Bontang pada tahun 2024,” ujarnya belum lama ini.
Selain banjir, kebakaran hutan dan lahan juga mencatat angka yang cukup tinggi, dengan 56 kejadian sepanjang tahun. Eko menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait abrasi dan puting beliung yang berdampak besar di sejumlah wilayah.
BPBD Bontang terus meningkatkan upaya pencegahan dan mitigasi bencana untuk meminimalisasi dampak bagi masyarakat. Upaya edukasi dan pemantauan rutin dilakukan untuk menghadapi ancaman bencana yang semakin meningkat.
“Kami sedang dalam proses pendataan lebih lanjut terkait abrasi dan puting beliung karena dampaknya cukup besar, terutama di kawasan Bontang Kuala dan Bontang Lestari,” imbuhnya. (*/kk)
Editor: Erwin