Keterangan yang didapat Korankaltim.com dari para saksi di lokasi kejadian, peristiwa terjadi bermula dari percekcokan antara korban dan terduga pelaku.
“Mereka ribut-ribut, cekcok, tapi langsung berubah jadi saling serang pakai parang. Intinya gara-gara masalah lapak,” ujar seorang pedagang yang enggan disebut namanya.
Kapolsek Bontang Selatan AKP Rakib Rais menjelaskan, mereka sudah menangani kasus ini dan tengah menyelidiki lebih lanjut. “Saat ini kami sedang menyelidiki lebih dalam dan mencari pelaku yang melarikan diri setelah kejadian,” ujar Rakib.
Masyarakat diminta tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku. “Kami meminta kerja sama masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif,” harapnya.
Koordinator Keamanan UPT Pasar Rawa Indah, Mustafa mengungkapkan kedua pedagang sebelumnya memang kerap berselisih. Insiden ini bermula ketika korban meminta istri terduga pelaku untuk memindahkan mobil yang digunakan sebagai lapak dagang. Hal tersebut memicu percekcokan hingga terduga pelaku yang berinisial B datang dan menyerang korban dengan senjata tajam.
“Awalnya korban ingin memindahkan mobil. Istri terduga pelaku diminta bergeser, tapi mereka sempat cekcok. Tidak lama pelaku datang dari belakang dan langsung menikam korban,” jelas Mustafa.
Korban yang mengalami luka serius di leher dan tangan sempat melarikan diri ke dalam gedung pasar untuk meminta pertolongan. Pedagang lain menutupi luka korban dengan kain guna menghentikan pendarahan sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan di RSUD Taman Husada. Sementara itu, terduga pelaku diketahui melarikan diri menggunakan motor milik pedagang lain di area depan pasar.
“Kondisi korban di rumah sakit tadi masih sadar. Pelaku kabur setelah meminjam motor pedagang dengan alasan mau dipakai sebentar,” pungkas Mustafa.
Editor: Aspian Nur