Paslon nomor urut 2 ini menyoroti potensi besar yang dimiliki Kota Bontang. “Bontang mempunyai potensi yang luar biasa. Secara wilayah memiliki industri berskala nasional,” kata Sutomo Jabir kepada Korankaltim.com Jumat (15/11/2024).
Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang yang mencapai Rp3,3 Triliun seharusnya mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tiga kecamatan di kota ini. Namun selama 10 tahun terakhir, upaya menekan angka kemiskinan masih minim hasil.
“Angka kemiskinan, pengangguran, persoalan Kesehatan dan ekonomi belum bisa ditekan lebih dari 1 persen dalam satu dekade terakhir. Jika tidak ada perubahan signifikan, 10 tahun ke depan Bontang masih belum punya harapan untuk keluar dari belenggu kemiskinan,” tegas Sutomo.
Sebagai solusi, Sutomo Jabir menawarkan visi untuk menjadikan Bontang sebagai kawasan ekonomi berbasis industri yang mencakup sektor jasa, manufaktur, dan lainnya. Visi ini akan didukung oleh program-program yang selaras dengan tujuan jangka panjang nasional.
“Kami ingin membangun wawasan masyarakat industri di Kota Bontang, menciptakan mindset perindustrian sebagai alat utama untuk menuntaskan kemiskinan,” ucapnya.
Sutomo Jabir-Nasrullah optimistis program-program yang mereka usung dapat membawa perubahan signifikan dan menjadikan Bontang kota yang lebih sejahtera di masa depan. “Kami juga berkomitmen untuk memanfaatkan potensi daerah secara maksimal demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur