Pasangan Sutomo-Nasrullah menekankan pentingnya pemberian insentif lebih kepada pos kamling di setiap RT sebagai langkah konkret dalam menjaga ketentraman dan keamanan di lingkungan.
“Kami percaya bahwa pos kamling adalah pilar utama dalam menciptakan kondisi tentram dan damai. Selain itu, kami juga akan memperkuat organisasi masyarakat antar etnis dan mendukung program yang bisa mengedepankan rasa saling menghargai,” ujar Sutomo.
Pasangan Najirah-Aswar juga menyampaikan komitmen mereka untuk memperkuat forum umat beragama di Bontang. Mereka berencana menyediakan program umroh gratis dan bantuan operasional bagi forum-forum tersebut untuk mempererat hubungan antar umat beragama.
“Kami akan memastikan bahwa keberagaman di Bontang menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” kata Najirah.
Pasangan Neni-Agus menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan antara pendatang dan warga asli Kota Bontang. Mereka berencana untuk terus mengedepankan nilai-nilai kerukunan dengan menghargai setiap perbedaan yang ada.
“Bontang adalah kota yang penuh dengan keberagaman, dan kita harus menjaga rasa syukur atas perbedaan ini sebagai identitas bangsa Indonesia,” ungkap Neni.
Pasangan Basri-Chusnul menegaskan bahwa mereka telah berkomitmen untuk selalu menjaga kerukunan melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Forkopimda dan FKUB untuk memastikan bahwa setiap kelompok merasa dihargai dan terlibat dalam membangun Bontang yang damai dan sejahtera,” ujar Basri.
Editor: Aspian Nur