Polres Bontang menurunkan 243 personel gabungan untuk menjaga kelancaran jalannya debat yang dimulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Dari pantauan di lokasi, pengamanan dilakukan di sekitar hotel, dengan akses yang dibatasi hanya untuk tamu undangan dan media yang telah mendapatkan izin masuk dengan ID card resmi.
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kepala Bagian Operasional Polres Bontang, Kompol Awan Kurnianto, menyebutkan bahwa pengamanan terdiri dari gabungan personel Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Para personel ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
“Ada 243 personel gabungan dari Polri, TNI bersama POM, Satpol PP, dan Dishub,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Minggu (10/11/2024).
Lebih lanjut, terdapat delapan peleton yang dikerahkan, masing-masing terdiri dari 30 personel, yaitu empat peleton dari Polri, dua dari TNI, satu dari Satpol PP, dan satu dari Dishub Bontang. Selain itu, ada tiga personel tambahan dari POM TNI.
Setiap pasangan calon (paslon) hanya diperbolehkan membawa 25 orang pendukung ke dalam lokasi debat, sementara pendukung lainnya diminta tidak berada di sekitar area acara.
Kompol Awan juga menambahkan bahwa pendukung yang ingin menyelenggarakan nonton bareng (nobar) di sekretariat atau posko masing-masing harus mengajukan izin terlebih dahulu agar dapat diawasi oleh petugas.
“Bagi pendukung yang akan mengadakan nobar, kami meminta mereka untuk bersurat terlebih dahulu sehingga kami dapat memantau dan mengawasinya,” tegasnya.
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing turut mengimbau masyarakat agar turut menjaga ketertiban demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif selama debat berlangsung.
“Kami harap masyarakat bisa menjaga ketertiban sehingga kamtibmas tetap terpelihara,” tuturnya.
Editor: Erwin