Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menyampaikan bahwa api menghanguskan ruangan kepala sekolah, perpustakaan, dua rumah dinas yang tidak ditempati, serta dua toilet. Selain itu, dua ruang kelas mengalami kerusakan ringan pada bagian kaca.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. “Itu dugaan awal, tapi masih diselidiki polisi,” kata Amiluddin.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tenaga admin sekolah yang menyaksikan listrik padam di lingkungan sekolah. Saat dicek, api telah membesar di bagian belakang sekolah, tepatnya di rumah dinas yang sudah lama tidak dihuni.
Disdamkartan Bontang mengerahkan delapan armada yang terdiri dari truk penyelamat dan tangki air, serta total 40 personel untuk memadamkan api. Luas bangunan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 120 meter persegi. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp700 juta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang telah meminta pihak SDN 002 Bontang Barat untuk fokus melakukan pembersihan area pasca-kebakaran. Proses belajar mengajar sementara dihentikan hingga kondisi kembali normal. Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menyebutkan bahwa total ada tiga ruangan yang terbakar, yakni gudang, ruang kepala sekolah, dan perpustakaan. Sementara dua ruang kelas terdampak akibat pecahan kaca.
“Kami minta pihak sekolah untuk hari ini fokus pembersihan. Jadi besok bisa normal lagi. Yang terbakar tidak ada ruangan kelas juga,” ujar Saparuddin kepada media.
Sayangnya, seluruh aset dan koleksi buku di perpustakaan tidak ada yang bisa diselamatkan. Kebakaran ini menghanguskan seluruh isi perpustakaan, yang turut menyumbang besarnya kerugian.
Editor: Supiansyah