Pasangan Bacalon ini menggunakan pakaian ada Kalimantan dengan identik warna kuning kotak-kotak diiringi Reog Ponorogo dan diantar oleh ribuan massa dengan berjalan kaki sepanjang satu kilometer dari tempat kumpul Workshop Graha Mandala Sakti (GMS) menuju KPU.
Mereka disambut oleh lima komisioner KPU dan langsung melaksanakan pendaftaran. Bacalon Pilkada Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam sambutannya berharap agar Pilkada Kota Bontang bisa terlaksana dengan lancar dan tertib. Ia pun meminta agar KPU dan Bawaslu Bontang menjadi penyelanggara yang profesional dan
“Ibarat sepak bola apabila wasitnya adil maka permainan akan berjalan dengan tertib. Kalau wasitnya tidak adil, maka permainan bisa jadi berlangsung ricuh,” ujar Neni.
Neni juga menyinggung terkait isu-isu bahwa dirinya dan keluarga ingin menguasai Kota Bontang. Menurut Neni, keputusannya maju murni dari aspirasi masyarakat. Aspirasi itu muncul saat dirinya mendampingi Sofyan Hasdam saat ingin maju di DPD RI beberapa waktu lalu.
“Tidak ada sedikit pun niat saya untuk menguasai Kota Bontang. Justru saya ingin mewakafkan ilmu dan pengetahuan saya untuk kemajuan Kota Bontang,” jelasnya.
Terakhir, ia menjelaskan pengalaman dirinya dan pak Abdul haris ia nilai menjadi bekal kuat untuk pemerintahan ke depan.
“Tidak usah ragu dengan saya dan bapak Agus Haris. Saya pernah menjadi wali kota dan DPR RI dan pak Agus pernah jadi wakil DPRD Kota Bontang, jadi kami tidak perlu belajar lagi dari awal soal tata pemerintahan,” tutupnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Bontang Robby Renfly berharap agar semua calon mengedepankan ketertiban. Menurutnya, Pilkada Kota Bontang membutuhkan kesadaran dari semua pihak untuk menyukseskan Kontestasi ini.
“Kami harap semua bakal calon nantinya mengedepankan ketertiban,” tutupnya.
Editor: Supiansyah