Rahmiani, salah satu pemilik rumah yang terbakar, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang bermain badminton di Selambai. "Waktu kejadian saya sedang di luar, jadi rumah kosong," ungkapnya pada media, Senin (8/7/2024).
Menurut informasi dari tetangga, terdengar ledakan dari dalam rumah Rahmiani yang seketika diikuti oleh kepulan asap.
"Sepertinya korsleting dari kulkas di dalam rumah. Untungnya tidak ada anak saya di dalam rumah, biasanya kalau saya pergi main badminton mereka tidak pernah mau ikut," pungkasnya.
Akibat kebakaran tersebut, Rahmiani mengalami kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. "Jualan hangus semua tidak ada yang bisa diselamatkan, di dalam rumah juga ada uang cash Rp10 juta," tuturnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menjelaskan dari enam rumah yang terbakar, tiga mengalami kerusakan berat, satu rusak sedang, satu rusak ringan, dan satu terdampak.
"Belum tahu pasti penyebabnya, kalau dari informasi tetangga ada suara ledakan yang kuat dugaan adanya korsleting listrik," katanya.
Selama proses pemadaman, Disdamkartan menghadapi beberapa kendala, seperti lambannya pemutusan aliran listrik oleh pihak PLN, yang mengharuskan petugas berhati-hati memasuki wilayah yang terbakar.
“Selain itu, akses jalan yang sempit juga menyulitkan tim pemadam untuk mencapai bagian belakang rumah yang terbakar,” jelasnya.
Disdamkartan menurunkan sebanyak 90 personel untuk menangani kebakaran ini. Amiluddin mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat meninggalkan rumah, memastikan sambungan listrik dan kompor dalam keadaan aman.
Editor: Supiansyah