Jokowi menyambut positif pembangunan industri Amonium Nitrate sebagai langkah strategis mengurangi impor sebesar 8 persen, sementara masih ada 13 persen yang perlu dipenuhi untuk meningkatkan kemandirian. “Ini upaya kita untuk berdikari, dan dengan nilai investasi Rp1,2 triliun, proyek ini menjadi langkah besar dalam mencapai tujuan tersebut,” ujar Jokowi dalam sambutannya.
Pabrik ini mampu memproduksi 75 ribu ton Amonium Nitrat dan 60 ribu ton Nitrit Acid per tahun, berkat kerja sama investasi antara PT KAN dan PT Dahana Investama Corp. Proyek joint venture ini dianggap sebagai objek vital nasional dan hasil kolaborasi antara PT Dahana dan PT Pupuk Kaltim yang sudah terjalin sejak 18 Desember 2019.
Presiden juga memotivasi Menteri ESDM untuk meningkatkan produksi Amonium Nitrate di masa depan, dengan menilai anggaran Rp1,2 triliun sebagai langkah awal yang masih terbilang kecil. Acara peresmian dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Investasi Bahlil, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto, Menteri BUMN Erick Tohir, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Erick Tohir menyoroti pentingnya integrasi perusahaan pupuk dengan sektor industri lain serta dorongan Presiden untuk hilirisasi Sumber Daya Alam, dengan Indonesia saat ini menduduki peringkat enam terbesar di dunia dalam industri pupuk. “Pabrik ini dapat membantu mengurangi angka ekspor seiring dengan peningkatan produksi,” tutupnya.
Editor: Maruly Z