Karena di SMS, usai memimpin paripurna, Selasa (26/9), Neni langsung menengok warga yang terkena air panas tersebut.
Sesampai di kediaman Abariah, Neni memberikan beras dan uang. Bukan saja Abariah, Neni juga memberikan kepada Latif, warga Sidrap yang menderita bengkak benglak pada kakinya. “Kayaknya ini rindu ama bunda saja ya,” kata Neni. Dan langsung dibenarkan Arifin.
Menurut Arifin, memang mereka merindukan walikotanya. Sehingga kebetulan ada warga yang terkena musibah, maka ia SMS ke Wali Kota. “Hampir tiga tahun kami tidak pernah melihat bunda,” ujar Arifin.
Pada kesempatan itu, Arifin memohon agar pelayanan warga Sidrap, yang sejatinya wilayahnya masuk Kutai Timur, tetap bisa dilakukan di Bontang.
“Dari dulu kami maunya Sidrap itu ya masuk Bontang, karena wilayahnya samgat dekat dan berada di Bontang, sehingga memudahkan kami,” ujar arifin.
Namun diakui, walaupun masuk Kutim, pelayanan kesehatan mereka tetap dilayani di Bontang.(cil)