Prioritas tahun ini adalah perbaikan
pelataran Bontang Kuala yang akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp12
Miliar. Lebih lanjut, strategi kedua fokus pada peningkatan promosi
pariwisata melalui pengembangan citra, kemitraan, dan pemasaran.
Dengan
mengandalkan kemajuan teknologi, Dispopar Bontang memanfaatkan media
sosial dan situs web pribadi untuk menyajikan informasi lengkap,
mempermudah wisatawan lokal maupun mancanegara dalam mengenal dan
merencanakan kunjungan mereka ke Kota Bontang.
"Promosi
pariwisata tidak lagi terbatas pada media konvensional. Dengan media
sosial, website, dan aplikasi khusus, kami memastikan wisatawan memiliki
akses penuh terhadap destinasi, paket, dan agenda wisata di Bontang,"
kata Ihsan baru-baru ini.
Terakhir, strategi ketiga
menekankan peningkatan pelayanan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor
pariwisata. Ini mencakup peningkatan kualitas, kuantitas, dan kompetensi
SDM pariwisata. Ihsan menegaskan bahwa pelayanan yang baik akan
menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan, menjadikan Bontang
destinasi yang menyenangkan untuk dikunjungi.
“Kami berharap
posisi pariwisata kita busa masik sebagai destinasi pariwisata yang
menarik dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,”
tandasnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z