Tuntaskan Permasalahan Listrik di Maloy
1 menit baca802 kali dibaca
SANGATTA - Kawasan Maloy Kabupaten Kutai Timur (Kutim), hingga kini belum teraliri listrik. Untuk itu, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar berharap masalah penyediaan listrik di kawasan KIPI Maloy dibahas secara komprehensif karena menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus tersedia saat pengoperasian.
Ia berharap kawasan Maloy 1 seluas 1.007,08 Ha agar diutamakan, setelah itu ke kawasan KIPI Maloy II seluas 4.288,20 Ha.
Mengutip keterangan Direktur Perusda Kelitsrikan Kaltim, Abdurahman, kebutuhan listrik di KIPI Maloy mencapai 60,85 kVA dengan cakupan kebutuhan industri sebesar 55,50 kVA, infrastruktur 4,12 kVA, fasilitas umum 0,79 kVA dan fasilitas pendukung sebesar 0,44 kVA.
Menurut Ismu, ada pembangunan beberapa sistem pembangkit karena Maloy merupakan kawasan industri sehingga listrik tidak boleh mati. “Nanti ada PLTU dengan kapasitas 2×100 MW investasinya diperkirakan Rp 405 miliar, ada PLT Biomas berkapasitas 5×1 MW dengan investasi sebesar Rp 168,7 miliar serta tenaga diesel untuk backup industri kapasitas 10×1 MW.
Untuk pembangunan mesin listrik 10 x 1 MW ini, dana yang diinvestasikan Rp 26,89 miliar, sementara untuk jaringan dan transmisi sebesar Rp 49 miliar. “Biaya pembangunan mesin listrik tidak menjadi tanggungan Pemkab Kutim, melainkan pola kerjasama,” beber Ismu.
Dijelaskan, Perusda Ketenagalistrikan Kaltim sebagai pemilik wilayah usaha bekerjasama dengan investor. “Di Kaltim baru satu yakni di Kariangau Balikpapan. Jadi pelaku industri setempat membeli listrik yang dibangun oleh investor bersama Perusda Kelistrikan Kaltim,” ujar Abdurrahman ketika ditemui. (yul1116)










