Kegiatan yang menggandeng Taman Musik Bontang itu, diikuti 30 peserta yang didominasi anak muda. Mentor Taman Musik Bontang yang merupakan komposer musik, Awaluddin mengatakan, pelatihan ini digelar selama 3 hari, dari Selasa hingga hari ini.
Setiap hari kegiatan diikuti 10 peserta dengan pemberian materi yang sama. Mulai dari praktek basic hingga memproduksi musik instrumen
“Kalau langsung semua nanti materinya kurang terserap peserta,” ungkap Awal, Kamis (9/3/2023).
Pelatihan ini juga berkaitan dengan beberapa event sebelum dan setelahnya nanti. Sebab RKM bersama Dispopar akan melaksanakan kompetisi cipta lagu bagi semua musisi di Bontang.
“Nanti kegiatan selanjutnya lomba cipta lagu,” ujar pria yang kerap disapa Awal ini.
Skema pengembangan SDM pelaku Ekrap digagas secara step by step sebelum menggelar kompetisi cipta lagu. Semua musisi yang ingin bergabung bisa mengikuti pelatihan secara gratis.
Kompetisi itu akan menyaring 10 lagu ciptaan terbaik para musisi lokal Bontang sesuai penilaian juri. Semua lagu yang terpilih akan dibuatkan video klip dengan musik karya lokal secara gratis.
“Jadi hadianya itu bukan uang. Tapi lagunya dapat kesempatan rekaman gratis sekaligus dibuatkan video klip dengan shot di spot-spot wisata Bontang. Jadi bentuknya sinergi sekaligus promosi wisata,” bebernya.
Sebagai sound engineer, awal mengakui potensi karya musik lokal Bontang bisa bersaing dengan para musisi luar kota. Hanya saja produksi musik dari musisi lokal perlu mendapat dukungan pemerintah daerah, agar bisa bersaing dikanca musik nasional.
“ Soal musikalitas anak Bontang jangan diragukan. Banyak yang bisa bersaing kok di kanca permusikan nasional,” terang Awal.
Editor: Rusdianto