“Sebelum kami melakukan razia ini, kami sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan kelurahan setempat. Berdasarkan kabar, memang masih banyak pelajar yang berkeliaran di saat jam-jam belajar. Untuk itu, perlu kami tertibkan,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Basri.
Selanjutnya, para pelajar tersebut dibawa ke kantor kelurahan masing-masing untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Sehingga diharapkan bisa memberikan efek jera. “Alhamdulillah para pelajar yang sudah kami amankan, tidak ada yang tertangkap lagi untuk kedua kalinya, ” tuturnya.
Sementara itu Kasi Kurikulum SD Disdik Bontang Badi Rismanto yang turut hadir dalam razia ini mengatakan, tindak lanjut dari kegiatan razia ini adalah, Disdik akan menyurati pihak sekolah di mana pelajar yang terjaring bersekolah untuk diberikan peringatan tertulis.
Selain itu, Badi juga meminta kerjasama dari orang tua untuk bisa mengawasi aktivitas anaknya, utamanya saat jam 19-00-21.00 Wita. “Harapannya dengan begitu, kejadian ini tidak terulang lagi. Ini sebagai upaya untuk menghasilkan generasi Bontang yang berkualitas sesuai dengan visi misi Pemkot Bontang,” terang dia.
Badi melanjutkan, ancaman serius juga bakal menanti para pelajar yang masih kedapatan berkeliaran. Foto wajah mereka yang melanggar akan dipasang di website Disdik. Selain itu, bagi mereka yang sudah tiga kali kedapatan melanggar, maka Disdik akan mencabut subsidi dana pendidikan anak tersebut. Sehingga mereka harus membayar sendiri biaya sekolahnya secara mandiri. “Selama ini kan mereka (pelajar, Red) biaya sekolahnya disubsidi oleh pemerintah. Namun kalau nanti sudah tiga kali melanggar, akan kami cabut subsidinya,” ujarnya. (cil)