Ketua Panitia Koi Show ke-4 Awaluddin menerangkan hingga saat ini beberapa peserta dari lokal, regional bahkan nasional sudah mengkonfirmasi akan ikut dalam kontes itu. Mulai dari beberapa kabupate/Kota di Kaltim, Kalsel, hingga Jawa Barat.
"Kami masih buka pendaftaran sampai Jumat (9/12/2022) malam. Jadi masih ada peluang bagi pecinta koi lokal sampai nasional yang mau ikut pertujukan," kata Awal sapaan dia, dalam konferensi pers bersama awak media di Cafe TKP, Jalan Pattimura, pada Rabu (7/12/2022) malam.
Kontes tersebut bakal dinilai oleh 8 juri yang berasal dari nasional. Salah satu juri, telah bersertifikasi tingkat internasional. Juri dipastikan akan memberikan penilaian objektif. Menilai dari kwalitas dan motif ikan koi.
"Jadi yang juara dipastikan sudah sesuai standar internasional. Beruntung bagi yang bisa beli nanti ikan yang sudah dapat gelar juara," terangnya.
Awal melanjutkan, selain sebagai wadah silaturahmi bagi para pecinta ikan koi even ini juga untuk menggalang minat masyarakat terhadap Ikan Koi. Pasalnya selain even kontes kecantikan, masyarakat bisa mendapatkan edukasi langsung dari para penggiat ikan koi terkait pemeliharaan ikan koi serta manfaatnya. Pun jika ada masyarakat yang ingin membeli ikan hias itu, Event tersebut bisa dijadikan sebagai transaksi bagi peserta dan pengunjung.
"Sebab panitia menyiapkan tempat di lokasi untuk pembeli dan penjual ikan koi bertransaksi," lanjut dia.
Sementara itu, Ketua BOKK Bontang Budi Susilo mengatakan semangat event ini yaitu menumbuhkan kecintaan publik terhadap ikan keberuntungan teserbut. Melalui event, dia bilang, pihaknya dapat mengukur minat publik kepada ikan yang ramai dibiakkan di negeri sakura.
"Ini bukan lagi ikan yang hanya bisa dipelihara kalangan kelas atas. Semua golongan bisa belajar dan memelihara koi dengan baik," jelas Budi.
Ke depan, mimpi komunitas yakni menciptakan Bontang sebagai sentra bisnis koi di tanah Borneo. Mengikuti jejak pendahulu kota lainnya. Seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat yang memiliki ratusan jenis koi langka. Melalui event ini pula, dengan kehadiran tamu luar kota dapat meningkatkan geliat ekonomi mandiri di masyarakat. Baik yang berusaha di bidang kuliner maupun jajanan oleh-oleh.
"Karena peserta luar Bontang juga dominan. Banyak orang yang datang ke Bontang. Jadi UKM juga bisa hidup dengan adanya event ini," harap dia.
Dia juga berharap agar masyarakat dapat datang ke event. Selain sarana hiburan bagi warga, ajang ini dapat ladang menggali pengetahuan. Sebab selain panitia, pengunjung juga dapat menggali informasi langsung ke juri yang rata-rata telah diakui oleh APKI dan tersertifikasi.
"Kami tidak melulu hanya ingin lomba saja. Tapi ini ajang edukasi ke masyarakat. Kalau koi bisa memberikan sensasi berbeda dalam kehidupan sehari-hari," jelas dia.
Selain itu, mimpi ini pun disambut oleh praktisi bidang pariwisata dari Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Eko Satrya. Ia berkomitmen bakal mengusulkan Koi Show untuk masuk dalam kalender event di Bontang dan Kaltim. Pun ia memastikan, bakal mengawal koi show masuk dalam 77 event pariwisata di Bontang pada 2023 mendatang.
"Kami menggaransi event ini pasti masuk di agenda kita tahun depan. Dimulai dari sekaran, kami akan kawal," jelasnya. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi