Salah satunya progres proyek penurapan di RT 41, Jalan Bulu Tangkis, Kelurahan Gunung Elai. Hingga kini progres penurapan masih berada di angka 36,29 persen.
Padahal proyek ini harusnya rampung 25 Desember ini, sesuai dengan kontrak kerja yang tertera. Amir Tosina pun khawatir proyek ini tak rampung tepat waktu.
"Program penanggulangan banjir di tahun ini tidak rampung 100 persen sesuai kesepakatan," kata Amir Tosina saat di lokasi, Selasa (6/12/2022) pagi tadi.
Ia pun meminta agar dinas terkait segera memperingatkan kontraktor. Ia pun meminta pemerintah segera mengupayakan langkah alternatif agar progres pembangunan bisa berjalan dengan cepat. Salah satu opsinya dengan dengan menambah jumlah pekerja dan mengevaluasi hambatan di lapangan.
“Paling tidak saat jatuh tempo, presentase sudah mencapai setengahnya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, kontraktor yang diwakili Konsultan PT Super Teknik Pratama Sirajudin mengklarifikasi bahwa progres pembangunan memang terkendala beberapa faktor. Mulai dari faktor cuaca, kekurangan pekerja, hingga persediaan material yang sulit didapat.
"Dua bulan terkendala cuaca. Intensitas hujan yang tinggi memperlambat gerak pengerjaan. Sehingga pekerjaan kerap tertunda. Di bulan berikutnya, terkendala dengan personel pekerja," jawabnya.
Kata dia, awalnya mereka hanya 15 pekerja, karena waktu mulai mepet, 30 Oktober pihaknya sudah menambah pekerja menjadi 50 orang. Selain itu, pihaknya juga kesulitan mendapatkan material utama yakni batu gunung. Sehingga pekerjaan turap dengan volume 241 meter dan ketinggian 6,2 meter itu sering tertunda
“Bagaimana mau dikerjakan kalau materialnya enggak ada. Makanya saat ini target pengerjaan minus 52,19 persen karena beberapa kendala itu tadi,” urainya.
Sirajuddin memperkirakan, pada 25 Desember ini, presentase pengerjaan maksimal hanya mampu mencapai 65 persen.
“Semoga saja bisa mencapai itu. Walaupun tidak 100 persen. Pengerjaan turap kan hanya di sisi kiri sungai saja. Karena itu yang darurat,” tukasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi