Namun, berbeda dengan CFW, para peraga mengusung tema hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan out fit serba merah putih yang dikemas menarik oleh perancang busana lokal.
Lurah Bontang Baru, Bagus Susanto menyebutkan, meski kegiatan tersebut terinspirasi dari CFW, pihaknya tak mau menggunakan zebra cross sungguhan yang ada di depan kawasan itu. Menurutnya, pihaknya ingin agar pagelaran Bontang Fashion Week ini tak mengganggu lalu lintas.
"Kami tak mau mengganggu lalu lintas, jadi kami pakai halaman depan Ramayana. Sekalian kami ajak pihak Ramayana, kerja sama, jadi produk mereka juga ada yang diperagakan," kata Bagus ditemui disela kegiatan.
Tak hanya fashion week, perayaan menyambut hari Kemerdekaan RI itu juga, dimeriahkan oleh lomba-lomba yang identik dengan tujuh belasan. Seperti lomba makan kerupuk, masukan paku dalam botol, hingga pembagian doorprize.
Wali Kota Bontang, Basri Rase yang hadir pun ikut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini akan menambah daya tarik dan inovasi untuk Kota Bontang yang sedang getol memajukan potensi wisatanya.
Misalnya Bontang Fashion Week, menurutnya Pemkot akan mendukung jika masyarakat ingin membuat kegiatan itu tak hanya sekedar momentuman. "Harus banyak inovasi, harus banyak even. Kalo banyak even itu menunjang tujuan destinasi wisata," jelasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Maruly Zainuddin