“Saya tidak tahu apakah itu kategori yang dianggap berbahaya oleh PKT atau tidak. Tapi ini sudah meresahkan masyarakat. Apalagi pas videonya beredar di media sosial,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (25/7/2022).
Menurut dia, meski dinilai berbahaya, insiden dua hari lalu memunculkan berbagai macam persepsi publik. Harusnya, perusahaan bisa lebih responsif. Setidaknya kata dia, masyarakat bufferzone yang tinggal di sekitar perusahaan bisa mengantisipasi saat sirine menyala.
“Harusnya sirine itu menyala. Itu yang kita sayangkan kemarin,” timpalnya.
Meskipun begitu, ia mengimbau seluruh warga di sekitar perusahaan agar tidak panik. Kata dia, PKT merupakan perusahaan profesional yang selalu mengutamakan aspek keselamatan. Ia pun meminta agar masyarakat tak terpengaruh informasi yang masih simpang siur.
“Kita nggak usah ragu sama PKT. Mereka diisi oleh orang-orang profesional yang pastinya mengutamakan keselamatan. Tetap beraktifitas seperti biasa saja,” tukasnya.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah