"Yang kami liat, itu ada beberapa yang perlu diperbaiki. Misalnya, masalah pembuangan yang melintasi kawasan warga, serta fasilitas yang dianggap krusial harus diperbaiki lagi," kata Amir saat memantau kondisi Gedung Pasar Citra Mas Lok Tuan, di Jalan Slamet Riyadi, Selasa (175/2022).
Dari hasil tinjauannya ini, Amir mengatakan akan memanggil pihak terkait, baik dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan melalui UPT Pasar, serta stakeholder yang lainnya. Hal itu, untuk membicarakan persoalan yang belum selesai di proses perampungan pasar ini.
"Nanti kita cari solusi bersama. Misalnya terkait pembuangan itu, dan juga persoalan yang menyangkut warga," lanjutnya.
Kepala UPT Pasar Kota Bontang Andi Parenrengi, mengakui jika memang masih ada beberapa sarana dan prasarana belum selesai pengerjaannya. Seperti tampungan air bersih, pengoperasian blower, dan saluran Instalasi Pengolahan Air limbah (Ipal).
“Untuk penyelesaian ini masih membutuhkan biaya sekitar Rp200 juta, namun untuk saat ini belum ada anggarannya. Sambil diselesaikan kerusakan yang kecil sebelum dilakukan relokasi pedagang,” ujarnya.
Saat ditanya terkait kepastian penggunaan gedung baru ini, ia mengakui belum bisa menyatakan secara pasti. Namun pihaknya berupaya agar Juni mendatang, pedagang sudah bisa memulai aktivitasnya, sembari menyelesaikan persoalan yang tersisa.
"Kalau pasti sih kami belum berani, tapi kami upayakan Juni sudah beroperasi," tutupnya.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah