"Nah selain Bontang, Samarinda, Kukar dan Balikpapan itu sudah bagus. Paser juga masih menggeliat. Selain itu komitmen kepala daerahnya masih belum tanggap soal ini, " kata Faisal ditemui di salah satu agendanya di Kawasan Hotel Bintang Sintuk, Bontang, Senin (28/3/2022).
Meskipun begitu, ia menilai indikator keberhasilan SPBE tak hanya dilihat dari infrastruktur yang ada. Namun perlu ada kerja sama dan komitmen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Menurut Faisal, salah satu kendala yang dialami pihaknya dalam sosialisasi SPBE ini ialah, ego sentral masing-masing OPD yang masih kental. Menurutnya, setiap OPD ngin meningkatkan kualitas elektronik datanya secara sendiri-sendiri. Sehingga, ekosistem elektronik pun dinilai tak bisa terbangun lebih cepat.
Harusnya, setiap daerah memiliki satu server yang bisa dikelola bersama, dan dikoordinir oleh tim SPBE. Sekretaris Daerah dinilai bisa menjadi kepala program agar susunan koordinasi bisa lebih sistematis.
"Kalau sekarang masih ada ego di masing-masing OPD. Nah ini yang harusnya diperhatikan," lanjutnya.
Meskipun begitu, terdapat daerah yang memang tak didukung dengan infrastruktur yang cukup. Misalnya dikawasan Mahakam Ulu, yang dinilai masih memiliki blankspot jaringan yang cukup banyak.
"Jadi kami undang juga stakeholder dari provider. Kita ingin ketahui apa kendala mereka belum membangun infrastruktur jaringan di sana. Karena kalau di instruksi presiden, mereka ini juga termasuk dalam suksesi program satu data itu," jelasnya.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah