Dalam pertemuan dengan PT Cakrawala,Ismu mengungkapkan, di beberapa kecamatan seperti Sandaran dan Busang, sudah 60 persen rumah warga teraliri listrik oleh pembangkit yang dibangun pihak swasta. Layanan listrik sudah hampir 24 jam.
“Di beberpa kecamatan sudah teraliri listrik hampir 24 jam, jadi tinggal 40 persen lagi dua kecamatan bisa mendapat listrik sepenuhnya,”ucapnya
Da mengungkapkan, pada tahun 2014 lalu, cakupan layanan listrik baru 44 persen. Pada tahun 2017, wilayah yang telah teraliri listrik sudah lebih dari 50 persen. “Sekitar 60 persen masyarakat sudah mendapat aliran listrik, tentu saja meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,”ujarnya.
Bupati menargetkan pada 2018, 100 persen wilayah di Kutim terlayani listrik. Pertemuan dengan PT Cakrawala Energi Utama, diharapkan mampu memenuhi salah satu kebutuhan dasar warga yang masih sulit dipenuhi oleh PLN. (yul1116)