Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Bontang Dasuki kepada Korankaltim.com Senin (21/2/2022) siang tadi menjelaskan, nantinya seluruh data yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terpusat dalam satu website milik pemerintah yaitu data.bontangkota.go.id.
"Setelah ini, sekretaris daerah akan mengeluarkan edaran ke OPD terkait hal ini," ucap Dasuki.
Meskipun begitu, dalam memenuhi prinsip satu data setiap OPD juga wajib memenuhi standar data. Karenanya pemerintah akan membentuk Forum Satu Data. Forum ini akan menjadi wadah koordinasi dan komunikasi penyelenggaraan satu data di tingkat daerah.
Ada prinsip satu data Indonesia yang harus dimiliki, mulai dari standar data, menggunakan kode referensi dan data induk, serta memenuhi kaidah interoperabilitas data.
"Forum Satu Data Bontang nantinya akan mengatur tahap pencanangan, identifikasi, tahap pengumpulan sampai ke pemeriksaan data," papar Dasuki.
Selain itu dalam ekosistem satu data ini Diskominfo juga akan mulai menerapkan tanda tangan elektronik dalam proses layanan setiap OPD.
Setiap kepala instansi nantinya akan diberikan kode autentikasi untuk setiap satu tanda tangan.
Penerapan tanda tangan elektronik akan menjadi tonggak awal dalam penjaminan pengamanan produk digital dilingkungan pemerintah kota.
Untuk menjamin keamanannya, penerapan tanda tangan ini menggunakan teknologi persandian atau kriptografi dan algoritma enkripsi asimetrik.
Dengan begini, pengiriman dokumen berupa perda dan produk adminstrasi lainnya tak lagi menggunakan metode konvensional atau dicetak menggunakan kertas tapi diganti menjadi dokumen elektronik yang ditandatangani secara elektronik juga.
"Dokumen ini tidak akan mudah dimodifikasi atau dipalsukan, legalitasnya juga sudah dijamin oleh pusat," tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Bontang Aji Erlynawati mengatakan, penerapan satu data dan dokumen elektronik ini juga dinilai akan mengurangi penggunaan kertas. Belanja Alat Tulis Kantor (ATK) di pemerintahan juga bisa dipangkas.
"Kemungkinan penggunaan kertas nantinya cuma 20 persen, tentu bisa hemat anggaran," kata Erlynawati.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur