Ketua Adiwiyata SMAN 1 Bontang, Hariyani mengatakan aksi penanaman ini merupakan edukasi yang penting untuk para murid, guru dan masyarakat untuk peka terhadap kondisi bumi yang sedang dilanda krisis iklim ini. Pemilihan lokasi di Mangrove Edupark Berbas Pantai pun, dinilai menjadi lokasi yang tepat lantaran kondisi kawasan yang juga memerlukan tambahan bibit pohon.
"Sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, maka seluruh warga sekolah SMAN 1 Bontang harus memiliki kesadaran penuh untuk menciptakan lingkungan yang indah dan nyaman," tutur Haryani dihubungi media ini, Selasa (18/1/2022).
Lebih lanjut, kegiatan ini rupanya juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Hal itu dibuktikan saat penanaman, masyarakat sekitar dan pemuda dari kalangan organisasi lain pun juga ikut menyukseskan kegiatan itu.
"Jadi bukan hanya kader kami yang hadir. Tapi mahasiswa dan masyarakat juga datang," lanjutnya.
Salah seorang pengurus Srikandi Konservasi, Ino mengatakan upaya penanaman ini sebenarnya adalah langkah kecil untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim.
Kata dia, perlu ada kegiatan lanjutan dengan skala intens untuk bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu krisis iklim ini.
Penanaman mangrove ini, juga bisa mencegah dampak dari peningkatan volume air laut, yang menimbulkan banjir rob di Bontang semakin tinggi tiap tahunnya. oleh karena itu perlunya motivasi yang besar untuk menumbuhkan kepedulian kaum muda terhadap penyelamatan lingkungan.
"Kami harap ini adalah langkah awal, untuk kita semua agar lebih peka terhadap isu krisis iklim yang ada," pungkasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan