Selain itu, pemenang tender juga sudah didapatkan. "Bentuk pekerjaannya pemeliharaan,” ujarnya dihubungi Rabu (12/1).
Proyek yang menyedot APBN ini merupakan prakarsa dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, sehingga secara teknis titik pengerjaan pengerukan sepenuhnya di bawah pengawasan BWS.
Ia menyebutkan pengerjaan ini diperuntukkan sebagai peningkatan fungsi Waduk Kanaan guna menekan potensi banjir sebab lokasinya yang strategis sebagai pintu utama masuknya aliran air yang berasal dari hulu Sungai Bontang.
Meskipun begitu, hingga kini belum ada informasi dari pihak BWS terkait kapan proyek mulai dikerjakan. Pihaknya juga masih menunggu surat dari pihak BWS karena bersifat kolaborasi, pihaknya tinggal menunggu kapan pengerjaan akan di mulai.
Untuk diketahui kapasitas tampung Waduk Kanaan sebesar 400 ribu kubik. Hal itu dengan asumsi, luasan area genangan delapan hektare dan kedalaman lima meter. Namun saat ini kapasitas tampungnya hanya diperkirakan sekira 300 ribu kubik. Artinya masih banyak pembenahan dan langkah optimalisasi yang harus dilakukan untuk meningkatkan daya tampung.
“Itu kan memang danau buatan, dasarnya pun tidak rata. Perawatan dan pemeliharaan secara berkala memang harus terus dilakukan,” bebernya. (*/kk)
Penulis : */Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan