Bantuan atensi ini menurut Najirah untuk membantu rehabilitasi lanjut usia yang bertujuan sebagai jaring pengaman social menghadapi situasi pandemi.
Selain itu, tak semua daerah mendapatkan bantuan atensi tersebut karena syarat yang harus dimiliki daerah adalah harus mempunyai lembaga kesejahteraan sosial.
"Kalau di Bontang, penyaluran serta pendataan lansia di tangani oleh Yayasan Pandu Qolby," kata Najirah dalam sambutannya pada kegiatan pagi tadi.
Kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2018 lalu. Pemkot Bontang berharap hal ini bisa berkesinambungan, baik bantuan yang berasal dari pusat maupun dari daerah sendiri sehingga para lansia juga bisa memenuhi kebutuhan dasar, serta dinilai menjadi bentuk penghormatan kepada kelompok lansia di kota ini.
"Bantuan sudah disalurkan berupa transfer tunai ke rekening masing-masing. Hal ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar, bahkan hingga modal usaha ekonomi kreatif," sebut Najirah.
Ketua Panitia Penyaluran Bantuan Yayasan Pandu Qolby Suratmi secara terpisah mengatakan, distribusi ini harusnya terlaksana sejak bulan lalu, tapi terdapat beberapa kendala yang dihadapi.
Misalnya saat pembuatan rekening hingga susahnya memvalidasi ahli waris bagi lansia yang sudah meninggal dunia. "Tapi ini sudah diselesaikan semua," kata Suratmi.
Total yang diterima yayasan sebesar Rp153,6 juta dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing yang didaftarkan para lansia. Penyalurnya pun langsung dari pihak kementerian, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Sulawesi. "Tahun lalu tunai, sekarang sistemnya transfer langsung dari kementerian," sebut Suratmi.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur