Kasi Pengembangan Pengelolaan Jaringan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bambang Permadi mengatakan jika daya tampung waduk tersebut hanya 300 meter kubik maka angka itu dinilai jauh dari harapan untuk bisa mengatasi banjir karena banjir terbesar tahun 2019 lalu, air yang masuk di kawasan Kota Bontang, mencapai 1.7 juta meter kubik.
"Makanya kami usulkan perluasan lagi menjadi 12 hektare. Itu jumlah lahan yang dimiliki pemerintah saat ini, " ucapnya di temui di Lokasi Waduk Kanaan, Senin (20/12/2021).
Dengan luasan itu, volume debit air yang bisa di tampung, bisa mencapai 400 meter kubik, dengan kedalaman empat meter dari dasar ke permukaan waduk. Hal itu pun sudah diusulkan kepada provinsi lewat anggaran Bankeu, pihaknya meminta sebanyak Rp16 miliar untuk pengelolaan waduk ini. "Tapi itu masih kurang, untuk pencegahan," jelasnya.
Sebenarnya, kata dia luasan lahan yang bisa dimanfaatkan di kawasan ini, bisa mencapai 34 hektare. Menurutnya, jika luasan lahan itu bisa digunakan sepenuhnya, maka tampungan air bisa mencapai 948 ribu meter kubik, dengan kedalaman waduk empat meter. Namun, akan memakan anggaran yang tidak sedikit.
"Karena dari total 34 hektare itu, masih ada lahan milik warga" jelasnya.
Namun, menurut Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris, pemerintah bisa memaksimalkan 12 hektare yang sudah dimiliki ini. Misalnya dengan menambah kedalaman waduk yang ada saat ini.
Kata Agus Haris, jika kedalaman empat meter bisa menampung 400 ribu meter kubik, maka perlu ada anggaran lagi, untuk menambah kedalaman waduk menjadi 10 meter. Artinya, daya tampung bisa mencapai 1 juta meter kubik.
"Karena kan banjir terbesar kemarin, air total masuk 1,7 juta meter kubik. Artinya kalau kedalamannya 10 meter, sisa 700 meter kubik aja yang dicarikan solusinya," jelasnya.
Menurut dia jika hal Itu dilakukan maka banjir di Kota Bontang ini bisa diatasi. Selain itu, menurut dia pengerjaan Waduk Kanaan ini adalah salah satu langkah paling strategis untuk penanganan banjir. Pasalnya, saat banjir datang, air pertama kali masuk dalam waduk ini, lalu mengalir ke aliran sungai kecil yang ada di Kota Bontang.
"Artinya memang ini yang harus benar-benar di seriusi pemerintah," tegasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan