"Mengingat angka kematian akibat rabies di Indonesia cukup tinggi, sekitar 100-156 orang pertahun dan Kota Bontang sendiri dari data yang kami terima masuk daerah tertular, maka cukup menjadi alasan pemerintah khawatir dengan rabies ini," kata Basri kepada media.
Basri pun mewanti, bagaimana bahayanya rabies ini, jika sampai tergigit, atau tercakar. Pasalnya kedekatan manusia dengan hewan tidak bisa dipisahkan.
Untuk itu sangat mendukung upaya vaksin ini sebagai bentuk penyadaran dan pengetahuan masyarakat terkait ancaman rabies itu.
Ia berkomitmen dalam memerangi penyakit rabies, dan tetap mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang sebagai pihak yang berwenang untuk melalukan "Surveilans, sosialisasi dan vaksinasi rabies secara gratis untuk anjing, kucing ataupun hewan peliharaan yang lain," pungkasnya.
Pelaksana Tugas Kadis DKP3 Bontang Eddy Forestwanto mengungkapkan serapan vaksin untuk hewan masih rendah di Bontang.
Dampak dari Covid-19 pihaknya tidak leluasa untuk menjalankan kegiatan vaksin di tengah masyarakat.
"Biasanya kami yang jemput bola, tapi kondisinya seperti sekarang ini kami agak susah bergerak," ungkapnya.
Menurut Eddy sejauh ini cakupan, vaksinasi rabies di Kota Bontang pada tahun 2021 sebanyak 1.100 ekor atau sekitar 20,24 persen dari total hewan pembawa rabies yaitu sebanyak 5.435 ekor.
Ia mengajak masyarakat untuk Bontang untuk berperan aktif memerangi penyakit rabies dengan datang untuk melakukan vaksin hewan.
"Ini kan momentum, vaksinya dilakukan di sini, namun kegiatan rutin dari kami memfasilitasi untuk masyarakat di Puskeswa di Bontang Barat," pungkasnya
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Bambang Irawan