Lurah Gunung Elai, Kasful Anwar menjelaskan perbaikan turap tersebut belum bisa dilakukan di tahun ini, sebab yang masuk dalam prioritas adalah perbaikan turap yang lain di Jalan Brokoli 4.
Menurut Kasful, usulan perbaikan untuk turap di Jalan Tomat tersebut telah dimasukkan sejak tahun 2019 lalu, melalui kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan maupun tingkat kota. Selain itu juga laporan terkait robohnya turap tersebut telah disampaikan ke semua pihak terkait.
"Dari awal kami sudah melaporkan, mengingatkan setiap perkembangannya sejak di tahun 2019. Saya sampaikan ada pergeseran dari turap tersebut, dan tahun 2020 juga kami sampaikan, begitu pula di 2021, hingga akhirnya roboh di awal bulan Juli lalu," ungkapnya kepada Korankaltim.com saat ditemui di Kantornya, Senin 23/8/2021.
Ia pun juga mengaku, selain mengusulkan dalam rembuk musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), juga selalu langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait laporan-laporan yang diterima dari pihak RT.
Namun, hingga tembok turap itu roboh di bulan Juli kemarin, belum ada tindak lanjut terkait laporan itu. Kalaupun ada hanya sebatas inspeksi pihak pemerintah maupun dari pihak DPRD. Padahal akibat dari turap roboh itu luapan air sungai, saat debit meninggi ikut mengikis tanah di bantaran sungai dan mengancam 3 sampai 4 rumah di sekitarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Dinas PUPR melalui Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air, Karel meluruskan pernyataan dari pihak Kelurahan Gunung Elai.
Karel mengatakan telah mengusulkan anggaran penanganan darurat itu untuk menindak lanjuti laporan terkait robohnya turap siring yang terjadi di wilayah kelurahan Gunung Elai tersebut dengan mengajukan pembiayaan pembangunan baru sebesar Rp 1 miliar di anggaran perubahan tahun ini.
"Kami minta ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), 1 miliar untuk penanganan darurat ini," Katanya.
Untuk skema pengerjaannya, Karel mengatakan akan bekerja sama dengan pihak TNI dalam program Karya Bakti.
Lebih lanjut, Terkait masalah robohnya turap tersebut, ia mengakui kondisi itu lebih didasari faktor umur dan faktor alam.
"Jadi air sungai kalau meluap dia mengikis terus lapisan tanah paling bawah dari turap itu, yang mengakibatkan pergeseran, dan usia bangunannya juga masuk faktor penyebab," Bebernya
Namun, saat dikonfirmasi terkait laporan yang diterima Korankaltim.com dari pihak kelurahan, yang mengatakan sejak di awal pembagunan turap tersebut, mengalami masalah?. Ia mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. "Saya baru menjabat dua tahun di posisi ini, jadi saya tidak tahu informasi itu,"
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Elynawati saat dikonfirmasi terkait usulan dari pihak PUPR dalam pengajuan di anggaran perubahan di tahun 2021 dalam penanganan darurat untuk perbaikan turap yang roboh tersebut, tidak mengetahui secara persis.
Ia mengatakan belum bisa mengonfirmasi kebenaran informasi yang kami dapatkan. "Saya harus mengecek dulu, apakah benar atau tidak ada usulan tersebut, saya tidak berani memastikan, nanti saya kabari lagi mas," papar Aji saat dihubungi via telpon.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Bambang Irawan