Pagi tadi digelar upacara di ketinggian tersebut pukul 10.20 WITA, diikuti 60 peserta dari komunitas pecinta alam dari 3 daerah, Bontang, Kutai Timur dan Samarinda.
Upacara digelar dengan segala keterbatasan ditengah guyuran hujan, namun tidak menghilangkan esensi serta makna Hari Kemerdekaan.
Ferry Arifiarko, Senior dari Komunitas Bontang Satria Penggawa yang menggagas kegiatan ini kepada Korankaltim.com menjelaskan, apa yangg mereka lakukan sebagai bentuk berbeda.
Mereka harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 4 kilometer, dengan rute yang 80 persen menanjak dan ditempuh selama 2 jam setengah untuk mencapai titik puncak.
“Itu mengambarkan sebuah perjuangan yang berat untuk meraih suatu kemerdekaan," kata Satria ditemui di lokasi pengibaran di puncak Bukit Sebatik siang tadi.
Selain itu, ia juga memberikan catatan kritis bagaimana sebenarnya negara ini harus dikelola, menurutnya aspek lingkungan harus menjadi poin utama dalam pembangunan.
"Kita harus renungkan apa yang sudah dilakukan negara ini, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyisahkan sejuta permasalahan, kemiskinan, pengangguran masih banyak padahal jika kita jujur, negara ini tidak kurang satu apapun, kecuali moralitas pemimpin yang masih lemah," ujar Satria.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur