Hal ini disampaikan Kepala Bidang Dispopar Bontang, Ramli Mansurinah. “Kami mendapatkan info dari warga bernama Anca di Pulau Beras Basah, dia dipercaya membantu pemerintah dalam memantau beberapa aset yang dimiliki daerah disana. Anca melihat ada satu ekor penyu naik bertelur pada malam hari di daratan pulau," ujar Ramli kepada korankaltim.com Kamis (17/6/2021) hari ini.
Informasi dari Anca tak dipublikasikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sampai telur itu menetas. Setelah mendapatkan kabar telur penyu menetas, Dispopar Bontang segera berkoordinasi dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati, terkait langkah apa yang harus diambil. "Kami melaporkan ke Sekda, dan ditindak lanjuti dengan langsung turun ke lokasi," paparnya.
Di Pulau Beras Basah, rombongan dari Dispopar dan Sekda Bontang memastikan tukik atau anak penyu dalam kondisi baik, lalu bersepakat untuk melepas beberapa tukik secara simbolis. "Ada 4 atau 5 tukik yang dilepaskan secara simbolis," ujar Ramli.
Jumlah tukik yang ada di Pulau Beras Basah saat ini, sekitar 100 ekor lebih namun tidak dilepas semua karena mempertimbangkan usia dari tukik yang dianggap masih terlalu muda.
"Kami takut melapas semua, karena tukik ini masih terlalu muda, mungkin satu dua minggu ke depan baru kami lepaskan lagi sisanya," papar Ramli.
Tukik yang ada sementara masih dalam pengawasannya dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Konservasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam (KPSDA).
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur