Taufik, biasa disapa ini memiliki nurseri bernama Farras Florist turut berpartisipasi di pameran yang berlangsung hingga Minggu, 13 Juni 2021.
Selain bisnis bunga ternyata Taufik juga menggeluti tanaman Durian Montong yang dikirim dari Palu ke Bontang. Taufik juga membuka ruko obat-obatan herbal HNI dan bisnis ekspedisi.
Menurut Taufik, bisnis bunga baru digelutinya sekitar 9 bulan yang lalu.
"Sebenarnya 14 tahun lalu saya sudah mulai bisnis bunga cuma enam bulan dan vakum. Kini mulai lagi baru sembilan bulan," ujarnya.
Bagi Taufik, bisnis bunga dan lainnya itu adalah usaha halal yang menyenangkan
"Potensi penghasilan besar, bisnis yang relatif aman karena nilai bunga semakin mahal seiring semakin tumbuh membesar," ujarnya.
Ia mencontohkan tanaman Aglonema Hot lady, saat daunnya berjumlah lima helai dijual Rp500.000, lalu bulan depan daunnya nambah satu maka nilai jual naik jadi Rp600.000. Bahkan untuk jenis tertentu harga bisa naik berkali lipat jika tiba tiba stok di pasaran habis.
Taufik menyebut, mengelola bunga itu menyehatkan seperti menanam, mengangkat media tanam, menyiram bunga. "Membuat kita aktif bergerak hingga lebih sehat dari pada yang kerjanya duduk di depan komputer berjam-jam," tuturnya.
Memiliki banyak bisnis menurut Taufik, semua bertujuan supaya menjadi orang yang lebih bermanfaat. Saat ini ia bisa manggaji tujuh karyawan dan tentunya supaya bisa infaq lebih banyak dibanding jika hanya kerja di PKT.
Taufik mengatakan tidak akan berbisnis yang penghasilannya kurang menjanjikan. "Mimpi saya punya omset miliaran dari bisnis bunga ini, seperti mas Satria sang amaster Keladi. Beliau salah satu inspirator saya dalam bisnis bunga. Saya banyak belajar dari beliau mulai dari cara membidik pasar sampai cara bertani tanaman hias," kata Taufik.
Saat ini pelanggan bunga selain dari Bontang, juga sudah dari Samarinda, Sangatta, Rantau Pulung, Wahau, Berau, Kalsel, Kalbar, Jatim, Jateng, Kalbar dan Sumatera.
Penulis: cholisoh
Editor : Bambang Irawan