Akhirnya, Aat kembali memggeluti tanaman, apalagi setelah sang penghulu
tanaman hias Mr Greg Hambali berhasil menyilangkan jenis aglonem, ia pun ingin
memilikinya dan merawat dengan penuh cinta sampai beranak pinak.
"Karena banyak sekali anakan, saya jual ke teman-teman. Dan saya sempat
ikut pameran kalau tidak salah 2007 di Kopkar, disitu saya ketagihan ikut terus
menjual anak-anak hijau saya," katanya.
Di akhir 2011, tanaman hias peminatnya mulai meredup. Aat menceritakan iapun
beralih buka usaha merangkai bunga artificial dan membuka toko karpet baju.
Tapi karena wabah Covid 19, maka ditunda grand openingnya. "Hingga
sekarang tertunda dan sepertinya tanaman hias menggeliat lagi, saya pun dengan
sigap mulai menyalurkan hobby selain saya kolektor saya juga kolektor tanaman
hias. Sampai sekarang saya ikut lagi meramaikan expo yan diadakan oleh
Komunitas Tanaman Hias Bontang dan Koran Kaltim di Kodim, 5 sampai 10 Juni 2021,"
paparnya.
Menurutnya, merawat tanaman itu harus penuh cinta. "Banyak yang bilang
rawat tanamam aglonema sering gagal dan mati. Coba deh, beli lagi dan rawat
dengan penuh cinta dan perhatian pasti dia akan tumbuh sehat dan cantik. Dan
kita yang merawatpun akan puas dan bahagia. Saya percaya kalau tanaman hias ini
salah satu terapi untuk meningkatkan immunitas tubuh," ungkap Aat.
Aat mengaku bercita-cita membuat kafe yang
disekelilingnya dipenuhi tanan hias. "Suami dan teman-teman saya bilang
kalau masakan saya enak terutama rendang maka banyak yang menyarankan saya
untuk bisnis di bidang kuliner.“Saya pun bermimpi ingin punya kafe yang banyak
tanaman hiasnya sehingga pelanggan yang datang bisa menikmati enaknya masakan
saya dan sejuk segar mata memandang cantiknya ciptaan Allah," tutup Aat.
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur