Selain itu, pelaku juga memanfaatkan kelengahan dari para korban. “ini didasarkan dari laporan masyarakat dan yang telah masuk di meja penyidik,” lanjutnya (21/4/2021). Suyono mengungkap ada enam kasus pencurian selama April yang baru dilaporkan. “Jika masih ada yang lain, kemungkinan belum dilaporkan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan jika jumlah tersebut mengalami penurunan jika melihat sudah masuk pekan ke empat April. Meskipun begitu, ia mengingatkan jika di bulan puasa masyarakat cenderung memiliki banyak aktifitas di malam hari. Salat tarawih, tadarus hingga salat subuh berjamaah.
Ia menerangkan jika masyarakat sering teburu-buru hingga lupa untuk mengunci pintu atau jendela. “Kita mempelajari siklus kriminalitas setiap tahun, menjelang kesibukan masyarakat, sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” ujarnya.
Untuk itu Polres telah melakukan sejumlah patroli baik menggunkan kendaraan roda empat maupun roda dua. “Selain melaksanakan patroli secara terbuka dengan berpakaian dinas, pakaian preman juga kami lakukan, baik Tim Rajawali, Intelijen, Polsek, terutama di bulan puasa yang rawan sekali,” ujar Suyono saat membahas tentang pengerahan personil yang sudah maksimal.
Diakui Suyono jika patrol tidak dilakukan dengan menentukan waktu. “Karena jika menentukan jam, akan menjadi pelajaran bagi pelaku kejahatan.” ungkapnya. Selain melakukan patroli, Polres juga memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas juga radio Bhayangkara.
“Situasi Covid-19 dampaknya terhadap faktor ekonomi, PHK, cari kerja susah,dan situasi Kamtibmas. Untuk itu, kita sama-sama waspada, menjaga keamanan diri kita sendiri, keluarga, harta benda dan lingkungan kita,” ujarnya.
Terakhir ia berpesan untuk jangan parkir sembarangan serta selalu mengunci kendaraan meskipun ditinggal sebentar. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematikan setiap peralatan elektronik atau jaringan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Penulis : Choirun Nisa
Editor : Bambang Irawan